Standar Klasifikasi Keausan Mata Bor Tricone dan Analisis Keausan
Standar Klasifikasi Keausan Asosiasi Kontraktor Internasional
Asosiasi Kontraktor Internasional mengklasifikasikan keausan mata bor menjadi tiga kategori: keausan gigi, keausan bantalan, dan pengurangan diameter mata bor, dengan standar khusus yang ditetapkan untuk setiap kategori. Klasifikasi ini berlaku untuk berbagai jenismata bor tricone, termasukmasukkan mata bor gigiBahasa Indonesia:bit tricone gigi giling, digunakan dalam pengeboran sumur minyak, gas, dan air.
![]()
①Standar Klasifikasi Keausan Gigi
Keausan gigi diklasifikasikan menjadi 8 tingkatan, dengan standar klasifikasi yang berbeda untuk gigi giling dan gigi sisipan. Untukbit tricone gigi giling, klasifikasinya berdasarkan tinggi keausan. Jika tinggi keausan berada dalam 1/8 dari tinggi gigi, maka diklasifikasikan sebagai Level 1. Jika tinggi keausan berada di antara 1/8 dan 2/8 dari tinggi gigi, maka diklasifikasikan sebagai Level 2, dan seterusnya hingga Level 8. Standar ini khususnya relevan untukbit tricone gigi gilingDantarikan bitdigunakan dalam formasi lunak.
Untuksisipan gigi karbida tungsten, klasifikasi didasarkan pada rasio jumlah gigi yang patah atau tanggal terhadap jumlah total gigi. Jika jumlah gigi yang patah atau tanggal dalam 1/8 dari total, maka diklasifikasikan sebagai Level 1. Jika jumlah gigi yang patah atau tanggal antara 1/8 dan 2/8 dari total, maka diklasifikasikan sebagai Level 2, dan seterusnya hingga Level 8. Hal ini berlaku untukMata Bor Tricone Karbida Tungstendan desain gigi sisipan lainnya.
Keausan gigi dilambangkan dengan "T", dengan T1 melambangkan keausan Tingkat 1, T2 melambangkan keausan Tingkat 2, dan seterusnya.
![]()
② Standar Klasifikasi Keausan Bantalan
Keausan bearing diklasifikasikan berdasarkan rasio waktu penggunaan bit terhadap total umur bearing (dalam jam), dengan 8 tingkatan klasifikasi. Untuk semua jenismata bor putar triconeBahasa Indonesia:termasukmata bor sumur airDanbit batu triconeJika waktu pemakaian mencapai 1/8 dari umur bearing, maka tergolong Level 1. Jika waktu pemakaian mencapai 2/8 dari umur bearing, maka tergolong Level 2, dan seterusnya hingga Level 8. Jika waktu pemakaian berada di antara dua level, maka level yang lebih tinggi ditetapkan.
Keausan bantalan dilambangkan dengan "B", dengan B1 menunjukkan bahwa 1/8 dari masa pakai bantalan telah digunakan, B2 menunjukkan 2/8, dan seterusnya. Untuk bantalan tertutup, kondisi penyegelan diklasifikasikan menjadi tiga tingkat:
- SE (Penyegelan Efektif)
- SF (Penyegelan Tidak Efektif)
- SQ (Penyegelan Bermasalah)
Klasifikasi ini sangat penting untukMata bor TCIdan bit batu tricone berkinerja tinggi lainnya.

③Representasi Keausan Diameter Bit
Untuk menunjukkan keausan pada diameter mata bor, "1" menunjukkan bahwa mata bor mempertahankan diameter aslinya, sedangkan "0" menunjukkan bahwa diameternya telah berkurang. Jumlah pengurangan diameter dinyatakan dalam inci setelah "0". Misalnya, "01/2" berarti diameter mata bor telah berkurang 1/2 inci. Hal ini penting untuk mempertahankan efisiensi pengeboran yang optimal dalam berbagai aplikasi, termasukminyak, gas, danpengeboran sumur air.





